Review Film Dokumenter “Maps of Latin American Dream”

 

        Film dokumenter yang berjudul “Maps of Latin America Dream” ini di produseri oleh seseorang yang bernama Martin Weber, dibantu dengan Paula Zyngierman dan teman -  temannya. Martin merupakan seorang fotografer. Film yang tayang pada tahun 2020 ini memiliki berdurasi selama 90 menit. Maps of Latin America Dream, menceritakan seorang fotografer yakni Martin Weber yang menjelajahi Amerika Latin dari tahun 1992 hingga 2013. Ia pun juga meminta orang – orang agar mau menuliskan mimpi serta harapan mereka kedepannya di sebuah papan tulis dan tak lupa pula untuk mengambil foto – fotonya. Foto tersebut diambil sekitar tahun 1992 hingga 2008. Sampai akhirnya, suatu hari Martin kembali datang untuk mengunjungi foto – foto yang sempat diambilnya dan mencoba untuk mencari subjek – subjek dari foto itu. Perjalanan tersebut ia habiskan selama bertahun – tahun lamanya dan dibuat dalam bentuk dokumenter yang direkam antara tahun 2010 hingga 2017. menyisiri semua tempat di Amerika Latin mulai dari Patagonia bahkan hingga ke Tijuana.

    Pada film dokumenter tersebut menceritakan tentang mimpi mereka dan keinginan yang mereka mau. Dari setiap tempat mereka memiliki keinginan dan harapan yang berbeda. Seperti di Argentina yang dimana mereka menyuarakan untuk menolak impunitas. Diketahui pada saat itu marak sekali terjadi penyimpangan seperti tindak pemerkosaan, penyiksaan terhadap kaum bawah, hingga penculikam anak juga kerap terjadi di negara mereka. Sehingga akhirnya masyarakat pun ikut turun untuk melakukan demostrasi. Tak hanya Argentina, pada film tersebut juga menceritakan tentang keinginan serta kesulitan yang terjadi di setiap negara Amerika Latin lainnya. Dari keseluruhan cerita yang ditampilkan, inti dari keinginan mereka adalah mendapatkan kehidupan yang layak dan adil. Permasalahan yang diangkat disini berfokus pada kemiskinan sehingga dari kemiskinan tersebut membuat masalah yang mereka hadapi menjadi merembet kemana – mana.

    Penokohan yang ditampilkan pada film tersebut sangat menarik dan tepat. Karakter tokoh yang ditampilkan benar – benar menjelaskan bagaimana perasaan yang mereka alami dan mengenai kehidupan yang mereka jalani selama ini. Tak jarang pula ada yang menjelaskan dengan emosional yang tinggi sehingga membuat mereka menangis. Pendalaman karakter yang baik serta penjelasan yang mereka jabarkan sangatlah jelas dan tidak terkesan berbelit – belit. Sebab akibat yang diceritakan dan harapan yang disampaikan dijelaskan secara rinci dan lugas. Pengambil gambar yang dilakukan pun juga membantu karakter dari tokoh – tokoh tersebut menjadi lebih baik dalam film.

       Dalam konflik yang diambil dalam setiap cerita bermacam – macam. Namun, kebanyakan dari masalah tersebut terletak pada kemiskinan yang membuat mereka tidak adil dan merasa tidak puas dengan kehidupan yang mereka jalankan. Selain itu, juga terletak pada konflik dengan pemerintahnya masing – masing yang mengakibatkan penyimpangan social bahkan hingga harus menyerang daerah tempatnya sendiri. Solusi yang dihadirkan dalam film tersebut sebenarnya masih terbilang belum terlalu jelas. Dari setiap cerita yang ditampilkan menyiratkan ada yang mencapai keinginannya, namun ada pula yang sebaliknya. Seperti pada menit – menit terakhir dalam film tersebut yang menceritakan ia mencari adiknya selama bertahun – tahun. Adiknya yang kerap memiliki perilaku aneh namun dianggap tidak gila. Hingga akhirnya di akhir ia bisa kembali bertemu dengan adiknya, disitu adiknya sudah terlihat dewasa dan mulai tua. Tingkah lakunya pun masi sembrono namun masi memiliki kesadaran. Saat itupun ternyata ia berada di sebuah rumah sakit jiwa.

    Film dokumenter ini memiliki kisah yang menarik. Secara keseluruhan ceritanya juga bagus. Visualisasi yang ditampilkan pun juga sangat menarik. Namun, diawal film terdapat sebuah scene yang seharusnya tidak harus ditampilka yakni Ketika diadakannya lomba adu ayam, namun di bagian kuku dari kaki ayam tersebut sempat ada yang dipotong lalu diganti dengan benda tajam untuk melukai ayam lain saat bertanding. Sebaiknya tidak perlu dan jika ingin tetap ditampilkan lebih baik menampilkan pertandingan adu ayamnya saja.

Comments

Popular posts from this blog

Tips dan Praktik Liputan Investigasi ala Budy Setyarso

TIPS MEMANJANGKAN RAMBUT SECARA ALAMI

Perubahan Iklim Dunia dari Film "Before The Flood"