Menulis Karya Ilmiah

        Karya ilmiah adalah tulisan hasil berpikir ilmiah. Proses berpikir ilmiah terdiri atas identifikasi masalah, pembatasan masalah, penyusunan hipotesis, pengujian hipotesis, dan penarikan simpulan.
Banyak ragamdan jenis tulisanyang temasuk karya ilmiah, misalnya makalah, artikel  penelitian, artikel ilmiah populer, buku modul, atau buku pelajaran.

        Sebelum menyusun sebuah karya ilmiah, terlebih dahulu harus mengetahui sistematika dan menyusun kerangkanya. Secara garis besar sistematika karya ilmiah minimal terdiri dari pendahuluan, isi, penutup, dan daftar pustaka. Adapun fungsi kerangka karangan adalah sebagai pemandu pada saat akan menyusun sebuah karangan yang utuh. 

Sistematika karya ilmiah :
  1. Halaman Judul
  2. Kata Pengantar
  3. Halaman Pengesahan
  4. Daftar Isi
  5. BAB I ----> Pendahuluan
    1.1  Latar belakang masalah
    1.2  Rumusan masalah
    1.3  Tujuan
    1.4  Objek yang diamati
    1.5 Metode
  6. BAB II ----> Isi
  7. BAB III -----> Penutup
    3.1  Kesimpulan
    3.2  Saran
  8. Daftar Pustaka
  9. Lampiran
Untuk dapat  menyusun kerangka karangan perhatikan langkah - langkah berikut!
  1. Tentukan topik. Kemaslah judul itu dalam pernyataan yang manarik.
  2. Gunakan buku sumber untuk mendukung pendapat atau argumenmu dari berbagai sumber (majalah, koran, buku pelajaran, atau pendapat orang)
  3. Identifikasilah hal-hal yang mendukung masalah yang akan kamu bahas
  4. Klasifikasikan masalah tersebut secara berurutan
  5. Susunlah sebuah kerangka karangan

       Kerangka karangan yang sudah kamu susun, tentu akan kamu tindak lanjuti dengan mengembangkannya menjadi karangan yang utuh. Agar kamu dapat mengembangkan kerangka karangan tersebut menjadi karangan yang baik, gunakanlah buku sumber dan bacaan lain yang telah kamu sediakan untuk menguatkan pendapat dan argumentasimu! Buku sumber dan bacaan lain akan dicantumkan dalam catatan dan daftar pustaka. Berikut ini adalah contoh catatan pustaka dan daftar pustaka
             Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis daftar pustaka:
  1. Ditulis di halaman terakhir
  2. Ditulis secara alfabetis
  3. Tidak diberi nomor
  4. Jarak antara sumber bacaan satu dengan sumber bacaan yang lain 1,5 spasi
  5. Urutkan penulisan daftar pustaka: nama pengarang, tahun terbit, judul buku, tempat terbit,penerbit.
    Bila nama pengarang lebih dari satu kata, urutannya dibalik daan dipisahkan dengan tanda koma.
contoh :
Moeliono, Anton M. 1989. Kembara Bahasa. Jakarta: Gramedia.
Zaidan dkk.1981. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Balai Pustaka

Popular posts from this blog

Tips dan Praktik Liputan Investigasi ala Budy Setyarso

TIPS MEMANJANGKAN RAMBUT SECARA ALAMI

Perubahan Iklim Dunia dari Film "Before The Flood"