Just A Friendship Story -Cerpen Idola Cilik CAGNI

Agni asyik berkompromi dengan HPnya yang mulai bejat itu. sedangkan Oik kakaknya malah asyik balapan dengan Cakka di PS 3 nya
“yaa.. yaaa… satu belokan lagi.. yuppss… eh… yeee…. Gue menang. Wekk wekk wekkk. Loe kalah Cakk, bakso tiga mangkok gue tunggu di emperan depan” yah, begitulah tingkah cewek cerewet yang satu ini
“yee…. Kan gue udah bilang, uang saku gue selama sebulan kedepan udah loe rampas semua kemaren buat traktiran ulang tahunnya si Agni” seru Cakka nggak terima juga sedikit menoleh kearah Agni yang begitu seriusnya dengan HP bututnya itu. Agni yang merasa namanya disebut hanya cengengesan nggak jelas
“ah, sebodo ah, loe minta sono kek sama mas Elang. Jangan lupa, pakek jurus handal yang gue ajarin dulu. Masang tampang melas” ucap Oik sambil masuk kekamarnya. Cakka memajukan sedikit bibir sexynya
“Ag, loe punya duit gak?”Tanya Cakka masih tetap pada posisinya
“berapa emang?”Tanya Agni yang emang paling baik di antara sahabat sahabatnya
“cukup buat makanannya kakak loe yang gendut itu sehari lah” ucap Cakka. Namun Oik keluar membawa gitar hitam kesayangannya. Ia langsung manyun. Cakka dan Agni tertawa pelan
“haha.. sehari udah sampai 7 piring tuh Kka.. makannya, gue paling males makan sama dia. Belom apa-apa pasti jatah makan gue udah hangus duluan” jawab Agni sambil cengengesan. Oik menaruh gitarnya di rak kumpulan piala-piala penghargaan dirinya, Agni juga Cakka tentunya dalam bidang musik dan tarik suara. Oik mengambil ancang-ancang akan mengejar Agni. Namun Agni sudah lari duluan. Cakka hanya mengangkat alisnya dan melanjutkan permainan PS nya yang tertunda karna sahabat-sahabatnya itu
^^^
Cakka, Oik & Agni
Tiga sahabat yang diberi julukan listrik, TV dan antenna.
Mereka selalu bersama. Layaknya seorang kekasih
Namun bukan, mereka adalah sahabat. Sahabat sejati yang saling mengerti
kadang, orang sering menyangka bahwa mereka kembar
Kemana-mana selalu bersama. Dalam sedih maupun senang
sebelumnya mereka tidak kenal sama sekali
Gara-gara insiden Oik ngelempar Cakka dengan kaleng minuman itu mereka jadi saling kenal
Oh iya, Oik dan Agni adalah anak broken home
Oik dan Agni adalah kakak dan adik. Ayah dan Ibu mereka sudah pisah beberapa tahun yang lalu. Itu membuat mereka menjadi tegar menghadapi liku-liku jalan kehidupan mereka.
Cakka, anak seorang musisi terkenal. Ia pun juga seorang gitaris Internasional. Namun dibalik semua itu, Cakka hanyalah anak pungut. Cakka di adopsi dari panti asuhan sejak dia masih bayi.
Dan Cakka kini sadar bahwa dirinya sudah terlalu dewasa untuk menghadapi hidupnya. Dan kini Cakka memutuskan untuk tinggal di kost-kostan. Dan kamarnya tepat berada di samping kanan kamar Oik dan disamping kiri kamar Agni
^^^
“Cakk.. ada temen artis loe tuh diluar” ucap Oik sambil melahap bakso yang dibelikan Cakka. Ini memang tradisi mereka untuk membagi apa yang ia punya pada sahabatnya yang sedang kesulitan
“siapa?”Tanya Cakka juga sedang melumat baksonya dimulutnya
“Ashilla” jawab Oik enteng. Sontak Cakka kaget dan tersedak
“uhukkk… uhukkk..” Agni mengambilkan segelas air putih untuk Cakka
“makannya ati-ati” ucap Oik
“ngapain Shilla kesini?”Tanya Cakka. Oik mengangkat bahunya. Cakka segera keluar dan menemui Ashilla penyanyi solo muda terkenal di era 2013.
“As.. Ashilla” panggil Cakka. Sang empu nama itupun menoleh sambil tersenyum “ada apa. Kok tumben” ucap Cakka
“em.. gini Kka, kemarin ada produser yang lihat video kamu yang nyanyi lagunya Maroon 5. Yang one more night. Dia tertarik sama suara kamu, kamu mau gak besok ketemu produser itu di studio rekaman milik papaku?”Tanya Shilla lembut
“be..beneran Shill..?”Tanya Cakka tak percaya
“iya, bener” jawab Shilla mengangguk dan tersenyum
***
“beneran Kka, ini tempatnya?”Tanya Agni begitu sampai di depan sebuah gedung mewah
“ya, menurut alamat yang dikasih Ashilla sih gitu” jawab Cakka. Oik mengedikkan bahunya. Ia merasa panas dengan keadaan sekitar gedung bernuansa mewah itu
“udah deh. Mending kita langsung masuk aja. Gue mendidih nih disini” ucap Oik. Cukup membuat Cakka dan Agni terkekeh
***
“permisi..” ucap Cakka sopan saat mengetuk pintu sebuah ruangan dengan desain matrik dan sederhana itu
“masuk” suara didalam membuat Cakka membuka pintu jati itu. Dan Cakka mendapati Ashilla sedang dengan laptop didepannya. Gitar disampingnya. Headset menggantung di leher putihnya. Juga rambut yang ia ikat satu ke atas
“eh, Cakka.. ini Oik sama Agni ya?”Tanya Shilla saat melihat Oik dan Agni ikut masuk ke dalam ruangannya. Oik dan Agni hanya mengangguk dan tersenyum manis
“em.. nggak papa kan, mereka aku ajak kesini?”Tanya Cakka. Shilla tertawa dengan tingkah rekannya itu
“ya gapapalah.. nyantai aja kali. Oh iya, duduk sini” Shilla menyuruh mereka bertiga untuk duduk di sofa yang ia tempati. Cakka, Oik & Agni menurut
“jadi.. gimana dengan produsernya Shill?”Tanya Cakka tanpa ba bi bu
“jadi gini, barusan katanya, produsernya masih ada miting. Jadi nggak bisa hari ini. Dia minta besok kalian kesini lagi menemui beliau” jawab Shilla
“oh, gitu ya.. ya udah deh kalau gitu. Em.. Shill, kami pamit dulu ya..” pamit Cakka sambil berdiri. Oik dan Agni pun melakukan hal yang sama
“eh, buru-buru amat. Kita makan dulu aja yuk, kalian pasti belum makan kan?”Tanya Shilla. Cakka jadi nggak enak dengan ini semua
“em.. nggak usah Shill, kita masih kenyang kok” ucap Cakka beralasan
“udah, ayo.. aku tau kok. Tadi waktu kalian kesini kalian nggak makan” jawab Shilla. Cakka, Oik dan Agni membelalakkan matanya. ‘Kok Shilla tau?’ Tanya mereka dalam hati
“udah yuk.. aku traktir. Tapi di café bawah aja ya” ucap Shilla. Cakka hanya tersenyum dan mengangguk
***
“Shilla baik ya” puji Agni malamnya saat mereka sedang berkumpul balkon kamar Elang. kakak tiri Cakka. Ada Cakka, Oik, Agni & Elang. Mereka bersama untuk sekedar menikmati semilir angin dari jendela besar yang tertera indah di dekat sebuah grand piano hitam milik Elang
“ya iyalah, udah cantik baik. Tipe Cakka banget tuh” sindir Oik pada Cakka yang memejamkan matanya menikmati suasana indah kota Bandung pada saat ini. Cakka hanya tersenyum tipis
“oh iya Kka, besok gue gak ikut ke tempat Shilla ya, ada rapat osis disekolah”ucap Agni. Cakka hanya mengangguk pelan
“loe beneran Cakk, mau ngelanjutin karir bareng Ashilla Zee?”Tanya Elang sang kakak tiri. Cakka mengangguk lagi
“bagus deh. Udah bisa kerja. Semoga aja loe habis sukses karir terus sukses hubungan ama Ashilla” goda Elang. Cakka hanya terkekeh dengan kakak sekaligus teman curhatnya itu
Oik sangat menyetujui itu dalam batinnya . Karena ia tau, ini yang terbaik untuk Cakka. Sahabatnya
***
“permisi..” sapa Cakka diluar ruangan Shilla. Namun tak ada jawaban “permisi..” panggilnya lagi
“dia keluar mungkin Cakk” ucap Oik. Cakka mengangguk. Namun tiba-tiba ada seorang wanita memanggil nama mereka berdua
“Cakka, Oik”
“eh, Shilla..” sahut Cakka sambil tersenyum
“maaf ya tadi aku nemuin produsernya. Dia ada tuh di studio” Shilla menunjuk sebuah pintu ruangan yang cukup megah yang tak jauh dari ruangannya “oh iya, Agni mana?”Tanya Shilla
“nggak ikut. Katanya ada rapat osis disekolahnya” jawab Cakka. Shilla mengangguk dan mengajak mereka keruangan itu
“Ik, bisa nyanyi nggak?”Tanya Shilla pada Oik yang sedari tadi hanya diam saja. Oik hanya menggaruk belakang kepalanya yang sama sekali tidak gatal itu
“nyanyi ya semua orang bisa Shill, Cuma suaraku kayak kambing ditarik ekornya” canda Oik. Shilla tertawa dengan humor Oik. Tak menyangka bahwa Oik yang Shilla kira pendiam, ternyata pelawak yang cukup membuat orang terhibur
“haha.. bisa aja kamu ini. Aku aja baru denger suara kamu ngomong udah terpesona. Apalagi kalau nyanyi. Kamu mau gak nyanyi dikit aja” pinta Shilla
“hah.. nyanyi?. Jangan deh Shill, malu nih” ucap Oik saat Cakka sudah masuk duluan ke ruangan itu
“malu siapa. Nggak ada siapa-siapa. Cuma aku aja. Ayolah Ik, dikit aja..” pinta Shilla sekali lagi
“hh.. okedeh, lagu apa?”Tanya Oik begitu pasrah
“terserah deh” jawab Shilla. Oik mulai menghela nafas sejenak
“mengapa berat ungkapkan cinta padahal ia ada
dalam rinai hujan, dalam terang bulan. Juga dalam sendu senang
mengapa sulit katakan cinta padahal ia terasa
dalam rindu dendam hening malam cinta terasa ada” suara Oik megalun begitu bening di telinga Shilla. Memang sangat berbeda dengan Shilla yang mempunyai suara serak basah
Proookk prokkk prokkk
Shilla berdecak kagum dengan suara Oik. Baru kali ini ia menemukan suara sebening ini
“harusnya kamu sekarang udah ada dipanggung Internasional Ik” puji Shilla tulus. Oik tersipu
“ah Shill, bisa aja. Suara jelek gini” jawab Oik. Walau suara hatinya berteriak karna baru kali ini ada orang yang memuji suaranya. Bahkan dia artis. Penyanyi professional
“beneran Ik, em.. kalau kamu mau.. kamu bisa rekaman sama Cakka sama aku di album keduaku” saran Shilla. Oik terbelalak kaget. Segitu baiknya kah malaikat cantik didepan matanya ini, sehingga ia mau menjadikan Oik orang terkenal sepertinya. Ahh.. apa ini hanya mimpi??. Oik menepuk pipinya. Dan benar saja. Itu terasa. Ia tak mimpi
“em.. a.. Shill.. ka.. kamu.. mau rekaman sama aku?”Tanya Oik ragu dan memastikan. Shilla kembali mengangguk disertai senyum manisnya. Oik mengangguk semangat
“iya Shill, aku mau. Makasih ya Shill.. kamu baik banget sama aku. Semoga hubunganmu dengan Cakka semakin membaik deh. Kalau butuh bantuan buat nyomblangin, serahin aja ama pakarnya. Oik..” ucap Oik pede. Shilla tertawa renyah. Pipi putih Shilla juga memerah
“Oik nih ah, bisa aja” ucap Shilla malu-malu. Oik hanya tersenyum
***
“Ag.. loe mau kan kalau gue sama Cakka sukses dan ngebahagian loe” ucap Oik
“iya Ik, gue tau.. tapi apa harus kalian ninggalin gue sendiri disini?”Tanya Agni
“Ag, gue pergi sama Oik Cuma sebentar aja. Setelah album kami dirilis, kami bakalan balik kesini lagi” gentian Cakka yang ngomong. Agni memalingkan wajahnya. Raut kesedihan dan tak rela terpancar jelas dimatanya. Agni mempunyai firasat yang tidak enak
“pliss lah Ag, kita janji bakalan balik lagi.. loe boleh pegang janji itu” ucap Oik sambil meyakinkan Agni untuk merelakannya dan Cakka pergi ke Jakarta. Agni mulai sedikit mengerti
“gue pegang janji loe” ucap Agni sambil tersenyum. Oik dan Cakka ikut tersenyum
Sahabat takkan pernah mengucapkan apa yang ia rasakan saat mengetahui kau sedang jauh lebih mempunyai masalah dibanding dirinya.
Ia akan berusaha agar kau tetap tersenyum. Meski hatinya juga tak ingin mengatakan apa yang harusnya ia katakan.
Sahabat akan melakukan dengan cara apapun agar kau tak resah dengan apa yang ia pikirkan, dan sahabat takkan pernah rela sahabatnya bersedih karna suatu perihal dan masalah yang menimpanya. Terlebih ia akan bersabar menanti kehendak Tuhan agar mau mengubah takdir sahabatnya menjadi apa yang sahabatnya impikan
***
-3 Tahun kemudian-
Ashilla Zee. Penyanyi wanita muda ternama dengan bakat yang ia miliki, kini telah menjalin hubungan dengan seorang pria yang juga dikenal sebagai penyanyi dan gitaris muda ternama di Indonesia. Cakka Nuraga. Teman duetnya dua tahun yang lalu dalam lagu Rasa Ini yang dinyanyikan oleh Cakka Nuraga, Ashilla Zee dan Oik Ramadlani
Agni menutup Koran yang ia baca. Wajahnya tersenyum bangga, kala mengetahui kakak dan sahabat lamanya telah sukses meniti karirnya. Namun hatinya merasa miris dengan dirinya. Dua orang sahabat yang telah mengucap janji padanya akan kembali untuknya dalam waktu dekat. Namun penantian hanya tinggal kenangan. Mereka sudah lupa dengan dirinya. Sosok Oik dan Cakka yang kini tengah sukses dengan karir yang didapatnya. Sudah membuat mereka lupa akan kehidupan masa lalunya. Lupa akan persahabatan mereka. Dan membuat lupa akan Agni sang sahabat yang tak pernah lelah untuk menunggu mereka di penantian panjang ini
Agni, sosok anggun yang telah dewasa kini menjalani statusnya sebagai salah satu mahasiswi di Universitas Gajah Mada di kota DI Yogyakarta.
“gue kangen loe berdua.. Cakka jelek. Oik bawel” serunya sambil mendekap erat Koran yang baru tadi pagi ia beli di jalan
***
“Apaaaa…” teriak Shilla dengan raut kaget. Oik yang melihat itu menghampiri Shilla
“ada apa Shill?”Tanya Oik
“Ca..Cakk..Cakka Ik, Cakka…” Shilla berbicara dengan wajah takut
“iya, ada apa sama Cakka?”Tanya Oik
“Cakka.. Cakka kecelakaan Ik” ucap Shilla. Oik langsung melemas seketika
“aa. Apa??. Kecelakaan?”Tanya Oik tak percaya. Shilla langsung memegang tangan Oik dan mengajaknya untuk kerumah sakit secepatnya
***
“buta dok?”Tanya Oik keget begitu mengetahui pernyataan doker bahwa Cakka akan buta. Shilla sang kekasih sangat terpukul mendengar itu. Tapi Shilla bukanlah tipe cewek yang pengkihanat. Ia tetap setia dengan Cakka. Meski ia juga banyak mendapat bullyan dari teman-teman di kampusnya. Shilla tak peduli, ia sangat menyayangi Cakka
***
Oik sibuk membongkar lemari berkas-berkasnya. Ada hal yang ia butuhkan ditugas kampusnya
“aduhh mana sih” dumel Oik
“kenapa sih Ik?”Tanya Cakka dikursi roda dengan tatapan lurus kedepan
“ini nih Cakk.. ada tugas dikampus. Cuma nyari aja. Nggak ketemu-ketemu dari tadi” ucap Oik kesal
“ya jangan diberantakin gitu caranya” ucap Cakka
“lah kok loe tau?”Tanya Oik heran. Cakka tersenyum
“siapa sih yang nggak tau tukang jamu yang bawaannya ngeberantakin lemari kalau lagi nyari apa-apa” ucap Cakka. Oik tersenyum geli. Ia terus mencari lembar itu. Tiba-tiba sebuah benda tipis jatuh di jemari kaki Oik. Oik memungutnya. Ia melihat dua orang perempuan dengan gaya polos anak SMP mengapit seorang laki-laki yang membawa sebuah papan nama. Bertuliskan. KITA LULUS SMP. KITA ANAK SMA
Oik terenyuh dengan foto itu. tiba-tiba ia teringat seseorang
“Agni..” gumamnya. Cakka sempat mendengar. Namun nggak jelas
“siapa Ik?”Tanya Cakka
“Cakka.. gue nemuin foto ini. Foto waktu kita lulus SMP” teriak Oik histeris
“foto kita berdua?”Tanya Cakka
“bukan Cakk.. yang ditengah ini loe. yang dikanan ini gue. Dan yang dikiri ini..” Oik meneteskan selaput bening itu dari mata lugunya “Agni” lanjutnya lirih. Namun cukup didengan oleh Cakka
“Agni?”Cakka berusaha mengingat nama yang tak asing lagi itu “Agni.. item” ucap Cakka. Oik mengangguk
***
3 hari kemudian
Cakka menerima donor mata dari seseorang yang berbaik hati padanya. Apa orang itu fansnya?. Entahlah, Cakka sangat berterima kasih pada orang yang berhati malaikat itu
Cakka sempat berkata bila sudah bisa melihat nanti, ia akan menemui Agni. Sahabat lamanya
***
Cakka, Oik & Shilla berdiri disebuah rumah kecil nan sederhana di jantung kota istimewa Yogyakarta. Cakka mendapat kabar dari ibu kost lama yang ada di Bandung. Bahwa Agni dan Elang juga keluarga tiri Cakka semua pindah. Yang ibu kost itu tau hanya Agni dan Elang saja yang ada di Yogya karna melanjutkan kuliahnya dibidang kedokteran.
Cakka melangkahkan kakinya menuju rumah itu. diketuknya bel rumah itu
Tinn tinnn
“ya sebentar” suara lelaki didalam rumah itu. Cakka sangat familiar dengan suara itu. ya, itu suara kakak tirinya. Elang
Cklekkk
Pintu itu dibuka. Elang langsung memandang Cakka dengan wajah kaget. Cakka tersenyum penuh kerinduan. Ia langsung menubruk tubuh yang lebih rendah itu darinya. Ia mendekapnya. Ia rindu padanya. Oik berlari dan memeluk Elang juga. Namun Elang tetap terpaku tak membalas pelukan adik tirinya dan sahabatnya dulu
“mas.. gue kangen loe” ucap Cakka dalam dekapan itu. Elang hanya tersenyum tipis mendengarnya. Seakan ia tak sama sekali mengenal orang dihadapannya itu
“mas.. Oik kangen mas sama Agni. Agni sekarang dimana?”Tanya Oik. Elang Nampak menampakkan gurat kesedihan. Wajahnya seperti tergambar wajah lelah dan matanya yang sayu menggambarkan kesedihan yang amat mendalam. Shilla mengamati itu dari jauh
“Cakk. Ik..” panggil Elang lirih. Cakka dan Oik melepaskan pelukannya. Kini Elang menatap mata Cakka yang sedang tersenyum bahagia ke arahnya. Elang jadi teringat seorang wanita yang selama beberapa tahun ini melengkapi hidupnya, penyemangat hidupnya, pemberi motivasi di hidupnya, menemani hidupnya
“Agni.. Agni udah meniggal” ucap Elang terbatah-batah. Cakka yang semula tersenyum langsung menggambarkan raut kekagetan
“meninggal?. Bercanda ah mas” ucap Oik. Cakka mengangguk setuju dengan ucapan Oik. Tapi hati keduanya juga seakan menjerit menyetujui kata-kata yang meluncur dari mulut Elang
“gue serius. Apa ada ekspresi guyon diwajah gue?. Gak kan. Agni udah pergi ke hadapan illahi tiga hari yang lalu” ucap Elang
JDEERRRRR
Oik langsung jatuh melemas menatap lantai. Air mata bening itu meluncur dengan derasnya dari mata lugu sang empunya. Cakka menerawang dengan tatapan kosong. Tulang-tulangnya lemas seakan dilucuti dan membuat Cakka jatuh sama seperti Oik
“Agniiiiiiii…….. kenapa loe ningalin gueee????”teriak Cakka histeris. Air mata Cakka juga tak terbendung lagi. Shilla yang ada didepan mobil menyaksikannya dengan tatapan tak percaya
***
Hening. Itulah suasana saat ini.
gundukan tanah didepan mereka yang masih basah mengiringi duka mereka mengantar seorang sahabatnya yang selama ini tanpa sadar adalah orang yang menjadi bagian dari hidup mereka, bagian dari kesuksesan mereka. Namun semuanya telah berakhir. Kini tiada lagi seorang Agni yang suka mengejek Oik dengan porsi makan Oik yang begitu banyaknya. Tak ada lagi sosok Agni yang suka meminjamkan uangnya untuk Cakka. Kini Agni yang mereka tau hanya sebuah ukiran nama indah di batu nisan yang menancap di gundukan tanah tersebut
“Ag, maafin gue.. mungkin kalau bukan karna gue, loe nggak akan pergi secepat ini. Gue bodoh Ag, gue emang bodoh. Gue lebih memilih karir dari pada orang yang jelas-jelas sangat berarti di hidup gue. Orang itu loe Ag, Agni Tri        Nubuwati yang gue tau adalah cewek yang kuat dan nggak mudah putus asa. Dan sekarang kalau gue bisa minta, gue pingin loe maafin semua kesalahan gue. Apa yang udah gue perbuat sama loe. maaf Ag..” ucap Cakka sambil mengelus dan menatap nisan Agni dengan tatapan nanar
“Ag.. gue bukan kakak yang baik buat loe. gue udah jahat sama loe. gue ninggalin loe selama bertahun-tahun Cuma demi mimpi gue. Ag, sekarang gue kembali. Gue nunggu loe. kenapa sekarang loe yang pergi?. Gue nggak nyangka Ag, segitu jahatnya kah gue sampai loe pergi tanpa pamit dan ngasih kabar gue?, kalau gue salah banyak sama loe. gue minta maaf Ag, gue nggak sanggup hidup tanpa loe. Agni item” ucap Oik disela sela tangisnya
“Ag.. mungkin, kalau bukan karna gue.. loe nggak akan seperti sekarang ini. Mungkin apabaik saja dulu gue nggak ngajak dua sahabat loe ini untuk merantau ke Jakarta. Dan kini gue nyesel Ag, gue nyesel” gantian Shilla
“Ag, makasih udah jadi orang terbaik yang pernah gue kenal. Loe anugerah terindah yang pernah gue miliki. Selamat jalan Ag, doa kami mengirimu” ucap Elang.

Dear Oik Cakka & Ashilla
Apa kabar loe semua..
baik ya.. ya pasti lah.. udah terkenal juga
Huhhh.. gue capek banget nunggu kalian
loe berdua udah ingkar janji sama gue bakal pulang
tapi penantian gue begitu panjang, sampai gue nggak kuat
Ik, Cakk..
maaf gue baru kasih tau ini sama loe berdua
gue divonis menderita penyakit radang otak
mungkin loe berdua nggak tau
gue juga baru tau setelah seminggu kepergian loe berdua
gue amat terpukul. Tapi gue tau apa yang harus gue lakukan
gue harus sabar dan nerusin sisa hidup gue menjadi seorang Agni yang loe kenang nantinya
juga Cakka, gue titip mata itu buat loe
jaga mata itu baik-baik
Shill..
Makasih ya, udah buat kedua sahabat gue sukses
gue bangga sama mereka. Juga sama loe
mungkin gue nggak seperti mereka
tapi gue yakin, semua itu adalah takdir
Dear my best friend.. Mas Elang..
Mas, makasih udah jadi yang terbaik buat Agni.
makasih banyak, berkat mas elang
Agni jadi bisa ngerasain jadi mahasiswi
Agni sayang banget sama mas Elang
Agni sayang kalian
                                                    Agni
Aku mempunyai kisah yang biasa
kisah tentang penantian panjang dan tulusnya arti persahabatan
Aku hanya sosok gadis biasa
gadis yang selama ini bahagia karna memiliki ‘sahabat’
Aku menganggapnya bintang kala aku dalam kegelapan
namun, bintang milikku perlahan meredup dan berganti matahari
Aku pergi dengan seulas senyum dibibirku
Aku persembahkan untuknya yang kini menantikanku
Namun Tuhan menjawab semuanya dengan cara mengambilku
Aku tersenyum,, senyum perpisahan untuk penantian
Ku angkatkan tanganku, inginku menggapaimu
memelukmu dan menjagamu. Namun hanya dengan bayangan semu
Ku anggap mereka selalu disampingku
Menemaniku, meski bukan celotehan nakal seperti dulu lagi
Kini aku hanya mengenangnya dengan sebaris doa untuk perjalannya
Agar ia tau, bahwa aku masih menganggapnya lebih dari segalanya

Ini hanya cerita biasa
cerita tentang penantian seorang sahabat
tapi tetap saja hanya cerita biasa
sumber :  http://aulia-jihan-raa.blogspot.com/2014/04/just-friendship-story-cerpen-idola.html

Comments

Popular posts from this blog

Tips dan Praktik Liputan Investigasi ala Budy Setyarso

TIPS MEMANJANGKAN RAMBUT SECARA ALAMI

Perubahan Iklim Dunia dari Film "Before The Flood"